Ketika Memilih Jodoh Tampak Lebih Mudah Dibanding Memilih Gadget

** Originally posted on November 23, 2012

Seperti yang udah diketahui, kesayangans gue di dalam keluarga Nyinyirs ini sangat bangke. Setiap kumpul ada aja yang dibahas, mau itu bahas satu sama lain atau orang di luar pertemanan ini. Kalau udah komentarin orang kesannya kayak Joan Rivers, Kelly Osbourne, dan kawan-kawan lagi syuting Fashion Police. Sesama Nyinyirs mah udah kebal kalau diledek atau dicela satu sama lain, tapi kalau orang lain pasti kupingnya langsung panas dan bawaannya pengen dibawa kabur terbang loncat dari satu pohon ke pohon lainnya samaEdward Cullen agar terhindar dari tekanan batin.

Nah seperti umumnya kawula muda yang mumpuni mengenai perkembangan gadget, maka sejak beberapa bulan yang lalu kami pun mulai merambah dunia Android dan iOS. Apalagi dengan seiringnya waktu ternyata Blackberry lebih banyak bikin emosi pemakainya dibanding mempermudah. Gue nggak tau siapa duluan yang mulai pakai Android, tapi pokoknya terus merembet dengan cepat kayak gosip Jane Shalimar mau nikah lagi.

Sampai akhirnya diantara kami, sisanya tinggal gue dan Teppy yang belum pakai. Kalau gue sendiri, pada saat itu merasa belum butuh untuk pakai karena ya klien dan partner kerja banyak yang masih mengutamakan Bbm sebagai jalur komunikasi. Kayaknya ribet aja kebanyakan gadget. Namun kemudian pertahanan kami berdua mulai goyah akibat adanya aplikasi bernama Path.

Sejak ada Path, bisa dibilang Twitter agak sepi. Apalagi kemudian diantara Nyinyirs semacam ada peraturan tak tertulis:

“Apa yang ada dibahas di Path tetap di Path, sementara apa yang ada di timeline Twitter mari dibahas lebih lanjut di Path.”

Lebih ngehenya lagi, Path ini hanya tersedia di iOS dan Android aja plus kapasitas koneksi temannya hanya 150 orang sehingga kesannya ekslusif. Yuk mari. Awalnya sih masih asyik-asyik aja ya, gue tetap merasa belum butuh. Tapi lama-lama setiap ngumpul, muncul deh ledekan buat yang belum punya Path. Komentar seperti ini pun sering terdengar:

“Buruan dong beli, ntar keburu penuh udah maksimal 150 orang, lo nggak bisa jadi teman kita lho!”

Sampai akhirnya pas bulan Agustus, Teppy pun memutuskan untuk membeli Android dan meninggalkan gue sendirian dalam jurang kenistaan. Selang beberapa hari setelah Teppy beli hp Androidnya itu, kita berdua mengunjungi toko tempat dia beli. Di situ dia mulai manas-manasin gue. Apalagi hp yang dia beli kece dengan harga yang terjangkau. Tapi gue masih berusaha menahan diri dengan alasan “masih belum butuh”. Walau kemudian gue tergoda juga sih membandingkan merk LG dan Samsung. Abis asyik bandingin gue tetap nggak beli sih, tapi sempat terjadi dialog berikut ini antara gue dan Teppy:

Teppy: Beli LG kayak gue aja, Niet. Nih Siwon Super Junior aja pakai LG. Kece lho, fiturnya ada bla…bla…bla…

Me: Tapi Bigbang pakainya Samsung, Tep. *sungguh alasan yang cetek*

Teppy: ……………….

Bulan pun berlalu dan kemudian gue semakin esmosi jiwa dengan device yang gue pakai saat itu karena berbagai keterbatasannya. Terutama dari fasilitas-fasilitas yang gue butuhkan buat kerjaan. Berhubung klien-klien side job gue sering mengirimkan email dengan attachment file yang cukup besar, ada saat dimana email itu nggak bisa dibuka padahal gue lagi nggak di depan komputer dan email itu butuh direspon dengan cepat. Jadilah lagi-lagi gue bimbang. Setelah semedi dan tanya sana-sini tentang plus minusnya, akhirnya niat gue pun bulat untuk beli Android.

Udah terkumpul niat dan dananya, kembali lagi menghadapi kebingungan:

Mau beli merk apa?

Yah cyin asli deh, ini mau beli gadget doang bingungnya kayak disuruh milih mau pacaran sama TOP atau G-Dragon Big Bang. Jadilah gue ucluk-ucluk ke pertokoan dekat kantor sambil berdoa semoga nggak salahpilih jodoh beli gadget. Waktu berangkat menuju toko, gue udah yakin nih mau beli satu merk. Sampai di sana bubar jalan yuk mari karena bingung lagi. Emang dasar anak labil deh. Akhirnya sambil dijelasin sama pegawai toko, disertai bimbingan dari Kang Gusye tentang berbagai jenis hp Android dan plus minusnya maka gue pun memutuskan untuk………nggak jadi beli karena puyeng kebanyakan informasi. Yang ada malah belihandphone lain buat kado Ade yang mau ulang tahun, hahahahahaha. Asli itu yang namanya grup bbm Nyinyirs rame bener pas gue mau beli Android, semua kasih pendapat.

Me: Aduh aku pusing niiiih…bingung!

Kang Gusye: Beli yang sesuai dengan kebutuhan dan budgetmu aja, Niet.

Me: Aku nggak jadi beli dulu deh, abis masih bingung. Saking bingungnya sampai ngabisin 3 gelas Aqua tadi!

SandyItu mah emang lo aja haus!

Smita: Dih, udah nggak jadi beli tapi malah ngabisin minum doaaang!

Emang bangke manusia-manusia ini, salah melulu deh kalau sama mereka, hahahahaha. Eniweeei, akhirnya setelah menenangkan diri beberapa hari mulai terkumpul lagi deh niat untuk memilih satu merk hp yang emang udah gue taksir dari awal. Terus sekali lagi nanya tentang plus minusnya ke Anom. Dese pun menjelaskan dengan lengkap dan terperinci berikut perbandingannya dengan beberapa merk lain seperti yang dilakukan Kang Gusye. Yes, akhirnya makin mantap niatnya untuk milih merk itu.

Pulang kantor gue langsung menuju ke pertokoan untuk beli. Sampai sana terus bingung lagi mau beli di toko yang mana. Emang dasar banci diskon dan promosi, tentunya gue mencari toko dengan promosi terciamik dan harga yang paling murah. Udah ketemu, pilih yang warna item (gue nggak telaten dengan barang berwarna putih)…bayar…langsung deh pilih provider SIM card. Pas pilih provider ini bingung lagi, karena berdasarkan pengalaman dengan yang gue pakai untuk handphone sebelumnya, sinyalnya kurang bisa diandalkan. Sibuk lagi nanya ke InuPassy, dan Teppy. Rempong ya maaaaakkk, beli handphone doang!

Puas milih nomer, langsung pulang. Hal pertama yang gue lakukan begitu ngutak-atik Android adalah…..bikin Path, demi keeksisan pergaulan kalangan masa kini.

Gue twitpic: “Terus ini diapain lagi?”

Berikut tanggapan Nyinyirs:

TERUS AJAAAAA GUE SALAH!

:)))))))

Ya demikianlah, bisa dibilang sejak punya Android hidup gue berubah #PRET. Yang pasti sih jadi lebih gampang kalau urusan kerjaan, udah nggak esmosi sama kacrutnya email yang nggak bisa langsung dibuka, tapi emang lebih ribet sama charger ya, khan kadang kalau lagi dimana nggak bisa ngecharge…*hidup power bank*. Terus berasa lebih dekat selangkah lagi dengan GD dan Taeyang Big Bang karena jadi bisa memantau Instagram mereka. Plus selalu merasa ditemani oleh mereka berlima karena Big Bang jadi skin lock hp Android gue, hahahahaha.

 

(Visited 20 times, 1 visits today)
 
Share it:
Posted in Being Stupid, Big Bang, Friendstuff, Funny and tagged , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *