Kira-Kira Ginza, Enaknya Nggak Kira-Kira

** Originally posted on August 28, 2013
Seperti yang udah diketahui kalau daerah Melawai ini khan disebut juga Little Tokyo-nya Jakarta. Banyak banget restoran dan kafe Jepang yang terletak di wilayah ini, plus ada supermarket Papaya Fresh Gallery dan Daiso yang memang menjual barang-barang yang umumnya dari Jepang. Nggak heran khan yaaa kalau jam makan siang dan makan malam pun banyak terlihat orang Jepang yang menghabiskan waktunya di sini, apalagi kalau weekend. Festival Ennichisai juga selalu diadakan di wilayah Melawai.
Nah karena penasaran sama restoran-restoran Jepang yang ada di wilayah Melawai akhirnya gue dan Septi janjian untuk buka puasa di Restoran Jepang Kira-Kira Ginza. Mengingat kami mau datang pas hari Jumat, jadi supaya amannya gue pesan tempat dulu. Yang perlu kalian tahu nih, kalau sebagian besar restoran Jepang di daerah Melawai waktu bukanya dibagi menjadi dua macam. Saat makan siang (sekitar jam 11 siang sampai jam 2 siang) kemudian tutup untuk waktu istirahat dan baru buka lagi saat makan malam (sekitar jam 6 sore hingga jam 11 malam, kalau weekend ada beberapa yang sampai jam 1-2 pagi). Kita milih Kira-Kira Ginza karena emang udah banyak banget yang review tentang restoran ini dan semuanya positif (baca: katanya makanannya enak-enak). Gue juga dulu pernah dibungkusin kinoko butter sama Tante gue dan itu emang enak bangeeet!
Kami dapat tempat di bagian dalam restoran, duduk di ruangan bertatami yang bisa disekat-sekat sesuai dengan banyaknya orang yang makan di tempat itu. Berhubung cuma berdua, jadi kami berbagi ruangan sama dua orang lainnya tapi dipisahkan sama sekat. Tapi nggak sempit kok kalau menurut gue walau mesti berbagi ruangan sama orang lain karena pada dasarnya ruangan itu sendiri juga besar.

 

 (Gambar dari web Kira-Kira Ginza)
(Gambar dari web Kira-Kira Ginza)
Begitu dateng langsung disambut ramah sama deretan karyawan yang pakai kimono Jepang dan diantarkan ke ruangan yang udah gue pesan. Setelah itu diberikan handuk dingin dan complimentary dish berupa semangkuk Chicken Curry. Sesuai rekomendasi beberapa orang dan review yang dibaca, gue pun pesan salah satu menu donburi mereka yang katanya emang enak banget, sementara Septi pesan salah satu dari menu teriyaki mereka. Untuk cemilan, kita pesan Seafood Okonomiyaki dan Kinoko Butter. Sementara minumnya Ocha (refill) dan Air Mineral.
Yang berkesan pertama kali adalah handuk dingin yang disediakan oleh mereka, asli itu enak banget langsung berasa efek segarnya setelah macet-macetan menuju Melawai. Untuk Chicken Currynya, kuahnya agak kental tapi enak..bumbunya nggak terlalu tajam atau menyengat kayak kari masakan India, pas menurut selera gue. Sementara Septi kurang begitu suka, jadi bagian dia pun masuk dengan lancar ke perut gue. :p
Nunggu sekitar sepuluh menit, nggak lama kemudian pesanan kita datang. Yang disajikan pertama adalah Kinoko Butter (baked mushrooms with butter, wrapped in foil). Ini udah jadi incaran gue sejak datang karena emang terbukti enaknya. Gue nggak ngerti ya butter jenis apa dan merk apa yang dipakai, tapi rasanya begitu masuk mulut itu langsung nyessss, terasa paduannya ada asin dan manis yang bikin nagih, nggak ada after taste yang bikin eneg. Belum lagi jamurnya pun lembut banget. Buat gue ini adalah menu yang wajib dipesan kalau lagi ke sini!

Kinoko Butter (Rp 34.000,-)
Gue pesan Chicken Katsu Don (rice bowl topped with chicken cutlet and egg) yang sepaket dengan sup miso . Ini asli ya enak banget! Gue nobatkan sebagai donburi terlezat yang pernah gue nikmati. Kulit ayamnya crispy di luar dan dagingnya lembut banget. Belum lagi telurnya dan bawang bombay yang semakin melengkapi enaknya donburi ini. Kalau menurut gue yang bikin juara adalah rasa hasil perpaduan antara donburi dan sup misonya. Gue udah sampai cerewet banget selama makan, berkali-kali komentar: “Ini enak banget, Sep! Astaga kenapa ini enak banget sih!”, gitu aja terus… : )))

 

Chicken Katsu Don (Rp 58.000,-)

 

Sementara itu, Septi juga nggak mau kalah dengan pesanannya yang dinobatkan sebagai Chicken Teriyaki terenak yang pernah dia makan. Eniwei, ini sebenarnya lagi makan atau lomba pendapat sik…secara sama-sama mengklaim pesanannya adalah yang terenak. : ))) Sausnya emang enak banget..rasanya beda dengan teriyaki yang sudah pernah gue icip, meresap sampai ke dalam daging ayamnya. Nggak terasa eneg terlalu manis walau pun disajikan cukup banyak di piringnya. Yang bikin makin nikmat adalah seluruh ayamnya tersiram saus, tapi kulit ayamnya bisa tetap terasa crispy.  Chicken teriyakinya disajikan bersama salad yang terdiri dari kol, ketimun dan tomat. Sementara untuk nasinya harus pesan sendiri, nggak dalam bentuk paket.

Chicken teriyaki (Rp 45.000,-) with rice (around Rp 6.000,- – Rp 8.000,-)
Nah, sayangnya pas makanan utama sudah mau selesai kami baru sadar kalau Okonomiyakinya belum datang. Padahal maksudnya itu buat jadi cemilan sebelum makanan utama. Setelah tanya, ternyata petugasnya lupa…mungkin karena emang lagi jam makan malam dan restorannya penuh ya. Tapi seharusnya sih itu nggak jadi masalah dong, walau penuh harusnya bisa tetap maksimal pelayanannya. Tapi ya berhubung emang makanannya enak dan nggak mau ribut, kita minta segera dikeluarin. Sooookkk….serasa masih kuat makan setelah ngabisin Kinoko Butter dan makanan utama khan yaaa. Jadinya kualat pas Okonomiyaki dateng.
Seafood okonomiyaki (lupa harganya)
Ukurannya gede dan tebal banget! Lebih tebal dari pizza yang “pilihan tepat buat Kakak!” itu. Piringnya baru ditaruh di meja aja, langsung diem gitu berdua. terus lihat-lihatan, abis itu ketawa pasrah. Ini begimaneeeee ngabisinnyaaaaa? : )))
Sementara Septi langsung nyerah dan cuma bisa nyobain 2 suapan, gue pun sebagai anak yang gigih meneruskan perjuangan makan ini sendirian. Sausnya kental dan gurih banget, isi seafood dan sayuran di dalamnya juga nggak main-main, sangat melimpah dan sausnya meresap sampai ke dalam. Sayang karena udah keburu kenyang sama makanan utama, gue jadi kurang menikmati dan akhirnya cuma sanggup ngabisin setengah porsi. Sisanya dibungkus, dibawa pulang sama Septi.
After all, gue menikmati banget kunjungan ke Kira-Kira Ginza ini dan sudah pasti akan datang lagi lain kali untuk nyobain makanan lain yang ada di menu. Penasaran sama grilled dish dan soba yang nampak enak karena gue perhatiin banyak yang pesan itu. Buat yang mau makan ke sini, nyarinya gampang banget kok. Kira-Kira Ginza ada di blok yang sama dengan Seven Eleven Melawai. Kalau Seven Eleven menghadap ke jalan raya, maka Kira-Kira Ginza ada di dalam kompleks Melawai dan menghadap ke bangunan Blok M Square. Bisa juga tanya ke tukang parkir yang ada supaya lebih jelas.
Kira-Kira Ginza
Jl. Melawai IX No. 30
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp: 021-7262611
Website: http://www.daiseigroup.com/Kira-kira_Ginza/

Operational Hours:
Monday – Friday 6 pm – 12 am
Saturday – Sunday 6 pm – 2.30 am

(Visited 37 times, 1 visits today)
 
Share it:
Posted in Asian Food, culinary and tagged , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *