Make It or Break It

** Originally posted on November 5, 2012

Jadi gini, beberapa hari lalu entah kenapa gue rasanya hampa. Berasa ngawang aja gitu mau ngapa-ngapain, entah kenapa. Trus pengen nangis, ya padahal ga ada apa-apa juga. Yah gue sih mikirnya ini lagi PMS aja kali. *alasan sejuta umat wanita* Terus khan gue anteng tuh, tau-tau Smiw bbm negur kenapa kok tumben gue anteng kayak putri keraton. Ngobrol ngalur ngidul kayak biasanya, trus merembetlah ke pembicaraan serius berikut ini:

M: Smiw, aku krisis usia deh. Kok kayaknya beban banget ga rela menuju 28. Tekanan mencari pasangan hidup semakin kuat dari berbagai pihak.
S: Justru kamu harus semangat menuju 28 karena 27 banyak orang bunuh diri tauk.

*ini gue rasa kalau dese psikolog, pasiennya udah down duluan deh ga jadi lanjut curhat*

hahahahaha

M: HEEEHHH. Kata siapa?

S: Lha emang iya. Noh Janis Joplin, Jimi Hendrix, endesbrey endeskrey.

M: Ya jangan disamain sama mereka, maliiiiih! -__________________-

S: Tapi selalu berpegang pada kata-kata di 3 Hari Untuk Selamanya. Dua puluh tujuh itu umur yang penting. Either u make it or u break it (itu terakhir kata-kata gue sih). Tapi banyak orang yang membuat keputusan berpengaruh buat hidupnya di usia 27 tahun.

M: Make it. Tahun ini banyak keputusan dan langkah penting yang gue ambil untuk tahun-tahun berikutnya.

S: Nah makanya semangat dong. Tentunya kamu harus make it! Because i know you will.

Jreeeennnggg…baca kalimatnya langsung ngembeng lagi! Kalimat sederhana bahwa seseorang percaya sama kemampuan gue yah walau kita hobi membongkar aib satu sama lain untuk mewujudkan impian-impian dalam hidup.

Yes, di usia 27 tahun ini, banyak sekali kejadian penting dalam hidup gue dan semuanya seimbang. Ada masa gue berada di atas banget dan mendapat banyak karunia, ada juga saat gue merasa down dan kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup gue. Alhamdulillah, beberapa impian yang gue pengen dari dulu terwujud di usia ini, ada yang harus gue dapatkan dengan susah payah dan ada juga yang berupa kesempatan mendadak.

Beberapa keputusan penting gue ambil di usia ini berkaitan dengan masa depan gue. Salah satunya, kembali kerja kantoran setelah hampir 2,5 tahun freelance. Dulu, gue resign dari kerja kantoran dan nekat terjun ke dunia freelance karena pengen tahu apa rasanya bekerja dengan waktu yang bebas kita atur sendiri. Ternyata enak dan alhamdulillah berjalan dengan baik. Terus di saat gue mulai terlalu nyaman dengan freelance, gue malah deg-degan. Takut terlalu terlena dan nggak berkembang. Akhirnya memutuskan untuk mulai kerja kantoran. Baru sebatas niat dan belum sempat ngirim lamaran ke perusahaan, eh mendadak dipanggil sama suatu perusahaan karena ada rekomendasi. Dulu gue pernah dipanggil sama perusahaan ini juga, tapi nggak gue ambil karena kurang sreg sama posisinya. Yang sekarang alhamdulillah semua prosesnya serba lancar. 

Btw, saat gue interview dengan perusahaan ini, Eyangti lagi liburan ke Eropa. Sebelum beliau pergi, sempat mengutarakan, “Aku pengen deh ngelihat kamu kerja kantoran lagi”. Ndilalah, pas Eyangti pulang liburan, ya gue udah mulai bekerja. Masih terbayang gimana sumringahnya Eyangti melihat impiannya terwujud. Beberapa keputusan penting lainnya juga siap untuk dijalankan. Yang penting niat dan usaha. Nggak ada yang nggak mungkin. Gue percaya itu dan harus bisa membuat bangga mereka yang juga percaya dengan gue. Terima kasih ya, Smiw…untuk obrolan penyemangatnya. Walau kamu kadang ngehek dan kita sering cela-celaan, tapi ternyata kamu juga bisa bijaksana kayak Mamah Dedeh.

Mari sama-sama berusaha dan berdoa supaya impian-impian dalam hidup kita tercapai, amiin.

(Visited 9 times, 1 visits today)
 
Share it:
Posted in Friendstuff and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *