Romansa Kala Hujan

** Originally posted on November 23, 2012

Sepanjang perjalanan pulang malam ini gue cranky. Pertama, nggak bawa payung karena ditaruh di tas yang salah. Kedua, halte Trans Jakarta di Blok M banyak yang bocor atapnya jadi agak basah kena air hujan. Ketiga, banyak mobil yang masuk busway sehingga TJ pun jadi ikutan kena macet dari Al-Azhar sampai depan FX (pas depan FX mulai lancar karena diatur sama polisi). Yang terakhir, AC TJ dingin banget dan itu membuat gue jadi kebelet pipis.

Alhasil, begitu sampai di halte TJ Benhil gue lari sepanjang jembatan penyebrangan dan kemudian nyambung naik ojek. Nah, yang jadi masalah selanjutnya adalah ojek hanya bisa sampai depan pagar kompleks keluarga. Nggak bisa masuk halaman karena buka tutup pagarnya ribet. Jadi ya udah, abang ojek gue suruh berhenti depan pagar aja.

Sebelum turun dari motor, gue lihat di jalanan depan pagar udah ada genangan air semata kaki. Tentu saja hal ini meresahkan gue sebagai kembaran Syahrini yang hobi ngumpulin sepatu. Maka muncul ide brilian untuk melakukan hal-hal berikut ini:

Copot sepatu-turun dari motor-buka pagar nggak ditutup lagi karena kebelet pipis dan juga kehujanan-lari nyeker sepanjang halaman sambil jinjing sepatu Wondershoe tersayang yang udah setengah basah.

Pas lagi lari kok kayak ada yang ngikutin. Nengok…..lho ngapain kok abang ojek ikut lari di belakang gue??

Me: Kenapa, Bang?

Abang ojek: Belum dibayar, Neng!!

Seolah belum cukup romantis abis boncengan berdua, tanya jawab di atas dilakukan sambil lari bareng menembus hujan.

Dapat salam dari adegan film India.

(Visited 10 times, 1 visits today)
 
Share it:
Posted in Being Stupid, Funny and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *