The HolyRibs, Best Ribs in Town!

** Originally posted on September 26, 2015

The best ribs, seriously? Itu pertanyaan banyak orang ketika gue ceritakan mengenai The HolyRibs. Restoran terbaru kreasi Chef Afit dari Holycow! Group ini sukses membuat gue jatuh cinta pada gigitan pertama. Setelah sukses dengan Holycow! Steakhouse by Chef Afit dan Loobie Lobster, kali ini Afit mengembangkan bisnis kulinernya dengan olahan ribs. Konon, resepnya ini disempurnakan selama sekitar 5 tahun sebelum akhirnya berani buka restoran. Kebayang dong berapa kali trial and error, sampai bisa seenak sekarang (Mas Afit, kalau lain kali butuh orang untuk uji coba tester menu, aku bersedia lho *dipanggang*)

Sebelum membuka The HolyRibs secara resmi pada 11 Juli 2015, Mas Afit sudah sukses bikin gue penasaran (dan ngiler) dengan foto-foto olahan ribsnya di Path sejak awal tahun. Saking penasarannya, setiap postingan tentang ribsselalu gue kasih icon ♥ dan donder pertanyaan: “Ini kapan akan dijual?”

Akhirnya kesabaran perut gue terbayar dengan diumumkannya tanggal resmi restoran ini dibuka. Langsung deh bertekad harus makan di hari pertama. Iya, gue segitu penasarannya sampai harus jadi yang terdepan urusan ribs ini. Apalagi taglinenya: “Fall-off-the-bone-tastic kinda ribs”, ya mosok mau dilewatkan.

The HolyRibs berlokasi di Panglima Polim, tepatnya di bekas tempat Loobie Lobster (yang sekarang udah pindah ke Kebon Jeruk). Tempatnya nggak begitu besar, sehingga kalau lagi ramai ya harus rela untuk antri atau share meja dengan pengunjung lain, tapi masih nyaman kok. Dekorasinya mayoritas bernuansa kayu dengan warna kecokelatan atau hitam, tapi nggak berkesan suram karena penerangannya cukup baik. Selain itu seluruh stafnya siap melayani dengan baik sehingga auranya hangat.

The Menu

Ok, now let’s talk about their foods! The HolyRibs menyediakan berbagai olahan ribs, dari barbeque sampai fried ribs. Pilihan jenisnya pun beragam dari yang shortribs, backribs, sampai intercostal (daging iga tanpa tulang). Ada juga beberapa steak (sama dengan Holycow!) walau pilihannya nggak banyak, serta side dish lainnya. Tapi juaranya ya berbagai ribs mereka yang dimasak dengan proses selama lebih 10 jam (astaga kalau gue jadi Mas Afit kayaknya selama nunggu ribsnya matang sempurna, udah makan sampai 4 kali deh). :p

Onion Rings (Rp 20.000,-)

Ini adalah side dish favorit gue. Setiap ke sini pasti selalu pesan. Bawang bombay yang dibalut dengan tepung renyah gurih ini sukses bikin semua orang jatuh hati. Ketebalan tepungnya sempurna dan melapisi bawangnya dengan baik. Jadi jangan lupa untuk pesan menu yang satu ini!

Mushroom Soup (Rp 20.000,-)

It’s a home made and super delicious! Berhubung gue juga doyan masak dan bisa bikin mushroom soup, maka gue bisa membedakan mana yang dibuat dari awal dengan bahan alami dan mana yang instan. Sup buatan The HolyRibs ini sangat terasa rasa jamurnya dan juga gurih dari bawang putihnya. Jadi terjamin enaknya karena menggunakan bahan alami bukan sup instan atau pakai penyedap. Porsinya pun cukup besar dan dilengkapi dengan croutons yang renyah. Seporsi bisa buat 2 orang.

HolyRibs Signature Fried Backribs (Rp 100.000,-)

Ini adalah menu ribs yang pertama kali gue coba di sini. Ukuran iganya besar, dilengkapi dengan kentang goreng dan coleslaw (sekarang fried ribsnya dilengkapi dengan nasi putih dan sambal matah). Teksturnya garing di bagian luar dan sangat lembut di bagian dalamnya. Lalu dagingnya benar-benar langsung copot dari tulangnya walau cuma “disenggol” dikit pakai garpu. Gampang banget deh makannya, nggak ada adegan susah payah ketika motong atau mengunyah dagingnya. Rasa gurih asinnya Indonesia banget!

U.S Prime Backribs, 2 Bones (Rp 85.000,-)

Menu favorit banget!  Bisa dibilang gue hampir selalu pesan ini saking jatuh cintanya. Dagingnya super juicy, lembut dan empuk banget, gampang copot dari tulangnya. Dilengkapi dengan barbeque sauce yang asalnya dari juice ribsyang dimasak lebih dari 10 jam itu. Jadi udah bisa dipastikan rasa lezatnya khas, hanya ada di The Holyribs. Kalau mau jaim bisa dimakan pakai pisau dan garpu. Tapi seninya makan ribs itu tentu kalau dipegang langsung pakai tangan sampai belepotan. Rasanya puaaaasss banget kalau sampai belepotan gitu.

Wagyu Backribs, 2 Bones (Rp 120.000,-)

Nah, menu yang satu ini agak tricky menurut gue, apalagi kalau udah coba ribs yang U.S Prime. Soalnya saking sama empuknya berkat dimasak lebih dari 10 jam, gue jadi agak susah membedakan tekstur U.S Prime dan Wagyu. Beda dengan steak, yang di gigitan pertama udah ketahuan mana yang Wagyu dan mana yang bukan. Untuk  Wagyu ribsini pun sama enaknya dengan yang U.S Prime. Super juicy, lembut, dan simsalabim…..senggol dikit langsung copot dari tulangnya!

Combo Backribs (Rp 185.000,-)

Hanya cocok untuk yang biasa makan porsi kuli atau untuk 2 orang. Percayalah, kalau nggak biasa makan banyak, jangan sotoy pesan menu ini untuk dimakan sendirian. Sayang soalnya kalau nggak habis. Nggak cuma ribs, tapi ada juga roasted chicken leg, dan spiral chicken sausage. Roasted chickennya enak banget dan juicy di bagian dalamnya. Sementara sosisnya gurih dan lembut.

Wagyu Intercostal (Rp 150.000,-)

Untuk menu yang intercostal, cara makannya ya mirip sama steak berhubung disajikan tanpa tulang. Untuk rasa nggak beda dengan menu ribs barbeque di The HolyRibs. Cuma gue nggak begitu sreg dengan intercostal ini karena nggak berasa lagi makan ribs. Eh tapi kalau lagi first date ya bolehlah pesan ini demi jaim dan nggak bikin ilfil calon pacar, hahaha.

Gelato Scoops (Rp 20.000,-)

Suka banget yang rasa cookies and cream! Seimbang rasa manisnya. Sementara untuk yang vanilla agak terlalu manis buat selera gue. Tekstur gelatonya sangat lembut.

Apple Tart (Rp 35.000,-)

Ini dessert favorit gue di The HolyRibs! Pie crustnya renyah rempurna dengan isi buah apel yang melimpah, dilengkapi juga dengan vanilla ice cream dan caramel sauce. Cuma kalau menurut gue, rasa manis dari es krimnya sudah pas tanpa perlu saus karamel. Jadi akhirnya gue selalu pesan tanpa saus karamel. Balik lagi ke selera masing-masing sih. 🙂

Signature Ginger Ale

Selalu lupa foto botolnya setiap berkunjung ke sini. Berhubung gue emang penggemar ginger ale, jadi minuman yang satu ini selalu wajib dipesan. Segar banget!

Sejauh ini, bisa dibilang kunjungan rutin gue ke The HolyRibs sekitar dua minggu sekali. Sampai semua pelayannya hapal nama gue dan menu favoritnya apa. Sampai Chef Steve ketawa melulu tiap lihat gue melangkah masuk ke restoran. Ditambah di setiap kunjungan gue sering bawa orang yang berbeda dan alhamdulillah semuanya juga langsung jatuh hati di gigitan pertama. Ya kalau nanti suatu saat The HolyRibs butuh maskot, bisa langsung hubungi gue lho, hahaha. :p

The Holyribs
Jl. Panglima Polim V No 21
Jakarta Selatan
Phone: 085814081408
Instagram: @theholyribs

Operational Hours:
Monday – Friday 5 pm – 10 pm
Saturday – Sunday 11 am – 11 pm

(Visited 38 times, 1 visits today)
 
Share it:
Posted in culinary, Western Food and tagged , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *