Weekend Ambisius: Part 4 (the Art of Doing Nothing)

** Originally posted on September 19, 2013
The art of doing nothing yang dimaksud adalah santai-santai seharian.  Nggak mau capek, nggak ngerjain yang ribet-ribet dan yang paling utama adalah…nggak mandi dari Sabtu sore sampai Minggu malam. : )))))
Bo’ong aja kalau nggak ada seorang pun yang males mandi saat weekend cuma di rumah aja. Serajin mandinya seseorang pasti ada saat dia males mandi deh :p. Jadi karena satu dan lain hal, gue memutuskan bahwa weekend kemarin akan di rumah aja. Tetap jadi weekend ambisius kok. Ambisius dalam hal leyeh-leyeh dan memanjakan diri sepanjang Sabtu dan Minggu.

Sabtu, 14 September 2013:

Bangun pagi, pilates sebentar di rumah, lalu langsung cus untuk pijet lulur di Inan Salon. Ini adalah salon langganan gue dari jaman kuliah untuk perawatan badan atau rambut kayak pijet, lulur, meni-pedi, hair spa. Awalnya karena dulu anak kuliahan, jadi menclok di salon ini karena murah untuk kantong mahasiswa. Sekarang sih udah naik sekian persen biayanya, tapi tetap murah buat kantong karyawan yang pengen sok-sokan spa di kala tanggal tua. =”)))
Salon ini khusus wanita, karyawannya juga wanita semua. Berhubung gue udah punya langganan untuk urusan perawatan badan dan rambut jadi udah saklek deh sama pelayanan mereka. Gue selalu sama Mbak Eksa untuk perawatan badan dan Mbak Yanti untuk perawatan rambut/muka. Dua mbak ini udah hapal kemauan gue dan yang paling utama adalah mereka kerjanya anteng, nggak pernah ngobrol selama mereka lagi kerja. Tahu sendiri khan kalau lagi spa gitu khan pengennya suasana yang tenang, yang bisa bikin kita sampai ketiduran.

Jl. Bendungan Hilir Raya No 110

Daftar harga Inan Salon

Selesai spa dan meni-pedi, berhubung udah siang jadi langsung meluncur ke rumah makan nasi pecel Nganjuk yang persis ada di sampingnya Gudeg Pejompongan. Pesan nasi pecel pakai tempe mendoan dan es teh. Biasa aja sih rasanya, tapi cukup memuaskan keinginan gue akan nasi pecel. 

Nasi pecel, tempe mendoan, es teh tawar: Rp 13.000,-

Harusnya khan abis makan nasi pecel kenyang dong. Harusnya yaaa…tapi ya namanya juga gue yang gampang tergoda makanan, begitu ngelewatin gerobak baksonya Pak Yudi malah langsung duduk dan pesen bakso lengkap pake tetelan seporsi. Ya lagi siapa juga yang bisa menolak pesona bakso racikan Pak Yudi. Ini adalah bakso terenak di dalam hidup gue. Kaldunya enak banget dan emang kaldu dari rebusan daging sapi, pangsit gorengnya renyah dan baksonya juga enak banget benar-benar terasa dagingnya, kalau ngasih tetelan pun nggak pelit. Semua orang yang gue sarankan untuk nyoba bakso ini pun langsung jatuh cinta. Gue udah jadi langganannya sejak SMA, jaman itu harga seporsinya cuma Rp 3.000,- aja dong dong dong (dan itu sekitar 12 tahun yang lalu…ohemji, gue tua). 

 
Lokasi bakso Pak Yudi ada di Jl. Danau Toba, tepatnya di samping Cito Express dan seberangnya Bank Muamalat. Kalau dari arah Pasar Bendungan Hilir, lurus aja ke arah RSAL Dr Mintohardjo, setelah rumah sakit itu ada Bank Muamalat dan belokan ke kiri. Begitu belok kiri, langsung tengok sebelah kanan, disitulah gerobak Pak Yudi berada. Dulu dia cuma dagang bakso aja, sekarang juga dagang mie ayam yang gerobaknya sebelahan. Gue belum pernah coba mie ayamnya sih, tapi banyak juga kok yang beli mie ayamnya.
Pak Yudi, istri, dan anak cowoknya selalu ganti-gantian untuk jualan bakso dan mie ayam.Setiap ada pengunjung yang datang pasti langsung disapa ramah, kalau pengunjung yang udah jadi langganan tetapnya pasti akan diajak ngobrol dan ditanyain kabar mereka yang terbaru. Kalau mau makan di sini saat jam makan, siap-siap antri karena pasti akan penuh.

Bakso Pak Yudi Rp 13.000,-

Setelah dari bakso Pak Yudi, gue langsung pulang. Marathon Running Man episode yang dulu-dulu terus ketiduran sendiri akhirnya.
Minggu, 15 September 2013:
Bangun tidur, makan pisang molen empat buah, terus tidur lagi. Bangun tidur lagi niatnya mau potong rambut, tapi telepon salonnya ternyata semua jadwalnya penuh, ya udah akhirnya telepon PHD buat pesen chicken wings 2 porsi buat gue sendirian. Terus tidur lagi, bangun-bangun baca novel. Terus…..tidur lagi. : )))
Sampai akhirnya jelang Maghrib bangun, niat buat mandi karena katanya anak perawan *tsailah* nggak boleh tidur kalau waktunya Maghrib. Bangun dooong, memaksakan badan untuk mandi. Tapi sebelumnya belok ke kamar Eyangti dulu buat ngumpulin nyawa sambil nyemil kue. Eh terus malah gelesoran di kasurnya…..YA TERUS KETIDURAN LAGI MALIIIIH!
*tepuk tangan*
Bangunnya karena kakinya dipukul-pukul pakai sapu lidi sama Eyangti, disuruh mandi, hihihihihi. Abis mandi, makan, laluuuuu…..tidur lagi. Asli ini adalah hari dengan jam tidur terpanjang deh. Puas banget istirahatnya.
Emang sekali-kali perlu waktu untuk membebaskan diri dari segala rutinitas. Menikmati tidur senikmat mungkin, makan apa aja, dan nggak mandi. Ada yang belum pernah coba mungkin cara kayak begini? Cobain deh, dijamin pasti nikmat banget dan ketagihan. :p
(Visited 58 times, 1 visits today)
 
Share it:
Posted in Beauty And Fashion, culinary, Indonesian Food and tagged , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *